Saya sangat senang menikmati hari ketika hujan akan turun, ketika langit mendung dan angin berhembus. Saya juga sangat menyukai hujan. Saya juga senang suasana setelah hujan. Ada kombinasi perasaan yang aneh yang saya rasakan  pada waktu-waktu tersebut: perasaan tenang, nyaman, lega namun sekaligus perasaan sesak, rindu, dan sangat ingin menangis.  Ya, hujan seringkali mengingatkan pada kenangan-kenangan yang sebenarnya tidak ingin diingat kembali. Tapi entah kenapa,  saya tetap sangat menyukai hujan. Hujan juga seringkali mampu membuat saya memperoleh banyak inspirasi.

Beberapa waktu yang lalu seorang teman berkata bahwa ternyata ada alasan ilmiah di balik fenomena itu, bagaimana pada beberapa orang,  hujan mampu menimbulkan efek flashback dan rasa rindu kepada orang-orang terdekat mereka. Bagaimana hujan mampu menenangkan perasaan kita. Bagaimana hujan mampu mendorong munculnya inspirasi pada diri kita. Pada awalnya saya tidak percaya dan menganggap bahwa teman saya tersebut hanya bercanda. Kemudian ia berkata dengan serius bahwa ia pernah membaca info mengenai hal tersebut.Saya yang sangat menyukai hujan, akhirnya penasaran untuk menelusurinya. Akhirnya, saya percaya pada kalimat teman saya itu karena memang menemukan banyak fakta yang mendukung pernyataan teman saya itu dari hasil penelusuran saya melalui internet. Berikut beberapa artikel yang saya temukan:

PETRICHOR (simphoni hujan)

2161733_20121204034916
Petrichor adalah salah satu bau alami yang tercium saat hujan turun membasahi tanah yang kering. Pada tahun 1964, saintis Australia, Isabel Joy Bear dan R. G. Thomas, melakukan penelitian mengenai aroma hujan dan mempublikasikannnya di jurnal Nature, “Nature of Agrillaceous Odor.” Isabel dan Thomas menciptakan istilah petrichor (Yunani, petra: batu, ichor: darah para dewa) untuk menjelaskan fenomena tersebut.
Petrichor sebenarnya disebabkan oleh beberapa hal.
Namun, yang paling berkontribusi terhadap munculnya petrichor ada dua hal. Pertama, minyak yang menguap dari tumbuhan. Tumbuhan mengeluarkan sejenis minyak yang mudah menguap yang kemudian terkumpul di berbagai permukaan, seperti misalnya bebatuan. Minyak tersebut bereaksi dengan tetesan air hujan dan dilepaskan sebagai gas ke udara. Kedua, geosmin yang dilepaskan oleh mikroba. Geosmin adalah senyawa organik yang dihasilkan oleh beberapa mikroba yang hidup di tanah, air tawar, dan air laut, seperti cyanobacteria dan actinobacteria. Geosmin dilepaskan ketika mikroba mati, dan saat terkena terpaan air hujan, geosmin terangkat ke udara dan terciptalah aerosol partikel geosmin dalam udara. Geosmin juga penyebab mengapa ikan air tawar suka berbau tanah.


Lalu, mengapa hal tersebut bisa menimbulkan sensasi yang berbeda?
Pada saat musim kering, tumbuh-tumbuhan tertentu mensekresikan sejenis minyak aromatik ke dalam tanah sebagai upaya adaptif terhadap lingkungan yang relatif kering, kemudian pada saat hujan, senyawa-senyawa ini naik ke udara.
Senyawa kimia yang dihasilkan oleh tumbuh-tumbuhan tersebut kemudian bercampur dengan geosmin. Geosmin adalah zat kimia yang dihasilkan oleh Actinomycetes (bakteri berfilamen) pada saat pembentukan spora, zat ini naik ke udara akibat tekanan hujan.
Setelah itu senyawa aromatik dan geosmin berbaur dengan molekul ozon. Ozon terdiri dari tiga unsur oksigen yang saling berikatan, terbentuk dari oksigen dan senyawa nitrogen yang “dipecah” oleh petir yang kemudian bereaksi membentuk ozon. Bau ozon mirip atau mengingatkan kita pada bau senyawa klorin yang biasanya digunakan dalam kolam renang.
Selain ketiga penjelasan di atas, ada juga yang menyebutkan bahwa air hujan yang bersifat asam menimbulkan atau memicu reaksi-reaksi kimia di permukaan tanah yang terdiri dari berbagai komponen (organik dan anorganik) yang menghasilkan senyawa-senyawa aromatik.
Senyawa yang dihasilkan tersebut ternyata memiliki efek aroma-terapi yang memberi kesan tenang, nyaman, serta memberi inspirasi bagi yang menciumnya. Akan tetapi beberapa peneliti menemukan bahwa aroma hujan yang dirasakan oleh tiap orang berbeda-beda. Hal ini mungkin dipengaruhi suasana hati penikmat hujan itu sendiri.
Dan tanpa bisa mendapatkan bukti ilmiah, para ilmuan hanya bisa menyimpulkan “Di dalam hujan, ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yg rindu”. Dan pada titik ini, para ilmuan meyakini bahwa manusia biasanya mendapatkan inspirasi..
(http://incendiarywithin.blogspot.com/2013_10_01_archive.html)

Why Does Rain Smell Good?

Do you love the good smell of rain? If so, you’re not alone.
In fact, some scientists believe that people inherited their affection for the scent of rain from ancestors who relied on rainy weather for their survival.
But what makes rain smell so nice? There are several scents associated with rainfall that people find pleasing.
One of these odors, called “petrichor,” lingers when rain falls after a prolonged dry spell. Petrichor — the term was coined in 1964 by two Australian scientists studying the smells of wet weather — is derived from a pair of chemical reactions.
Some plants secrete oils during dry periods, and when it rains, these oils are released into the air. The second reaction that creates petrichor occurs when chemicals produced by soil-dwelling bacteria known as actinomycetes are released. These aromatic compounds combine to create the pleasant petrichor scent when rain hits the ground.
Another scent associated with rain is ozone. During a thunderstorm, lightning can split oxygen and nitrogen molecules in the atmosphere, and they in turn can recombine into nitric oxide. This substance interacts with other chemicals in the atmosphere to form ozone, which has a sharp smell faintly reminiscent of chlorine.
When someone says they can smell rain coming, it may be that wind from an approaching storm has carried ozone down from the clouds and into the person’s nostrils.
http://www.livescience.com/37648-good-smells-rain-petrichor.html

Petrichor, kejutan stelah hujan, bau penghanyut pikiran bawah sadar

Oktober, November, dan Desember adlah musim dingin di indonesia (walaupun kenyataannya udah hampir ngaco) identik dengan hujan yang sering melanda negara kita indonesia terutama jakarta “PR buat pak jokowi buat menghalau banjir” haha. berbagai pandangan orang di jakarta tentang tentang hujantak selalu baik, buat yang sedang buru buru mah bawaannya ngamuk mulu, tapi buat yang lagi santai, hujan itu banyak memawa berkah, adem, sejuk dan memberikan kesan nyaman saat hujan datang “apalagi buat ngeggalauin pacar yg baru putus  :'(” , nah ternyata fenomena stelah hujan itu ada yang namanyaPetrichor, apa sih Petrichor itu? yuk kita simak dikit ulasan brikut ini ciganjurrrr
Petrichor adalah aroma hujan di tanah kering. Kata ini tersusun dari bahasa Yunani, petra yang berarti batu dan ichor artinya cairan yang mengalir dalam pembuluh darah para dewa dalam mitologi Yunani. Istilah ini diciptakan pada tahun 1964 oleh dua peneliti Australia, Bear dan Thomas, untuk sebuah artikel di jurnal Nature. Dalam artikel itu, penulis menjelaskan bagaimana bau berasal dari minyak yang dipancarkan oleh tanaman tertentu saat masih kering, kemudian diserap oleh tanah dan batu. Selama hujan, minyak dilepaskan ke udara bersama dengan senyawa lain, geosmin, menghasilkan aroma khas yaitu Petrichor. sumber: berbagai blog
Senyawa petrichor ini sudah ada namanya dalam senyawa kimia lho namanya adalah senyawa 2-decanone. Selain dari senyawa tadi bau bauan khas hujan katanya juga terdapat karena pelepasan spora dari bakteri actinomycetes yang hidup didalam tanah lembap basah dan akan mati jika tanah itu kering. ajaibnya orang yang mencium bebauan ini banyak yang tiba tiba mengalamiflasback. mencium bebauan tersebut dapat membuat perasaan tenang, tentram dan damai sehingga banyak orang bilang “ i love the smell after the rain ” 
bau yang sangat menyenangkan gan, stelah hujan ane sering nunggu baunya gan, kalo lagi marah suka bikin hati adem lagi, bikin inget mantan
http://www.kaskus.co.id/thread/50bdbad80b75b4cb53000002/petrichor-kejutan-stelah-hujan-bau-penghanyut-pikiran-bawah-sadar
Lalu dari hasil penelusuran lainnya, saya menemukan istilah ini:
1016435_510215379072586_1635468333_n
So, now i know,  i’m a pluviophile.
:)


Kesimpulan:
Ketika hujan dan kita merindukan seseorang dan perasaan itu terasa sangat menyebalkan,menyedihkan, ataupun menyesakkan, maka anggap saja itu hanya efek petrichor.  Selesai perkara.:)


Big thanks to my friend, fakta ilmiah terkadang memang diperlukan untuk mengimbangi perasaan yang tidak menyenangkan. Terkadang memang harus logis, agar mampu bertahan hidup. Ahahaha :))

:’)