Rabu, 30 September 2015

HIJRAH

                          HIJRAH

 ~Tidak terlahir langsung taat, melainkan penuh pencarian dan sempat tersesat..
~Terseret arus kehidupan mayoritas yang tidak sadar kehilangan arah..
~Berjalan sok gagah..yaa pernah..
~Merasa paling hebat, penuh obsesi..
~Sibuk dengan luka dan kecewa atas sesuatu yang tak lagi jadi milik..
~Pernah masuk ke satu fase yang isinya cuma cinta..
~Menyelami siklus kenalan, temenan, pacaran, putus, musuhan. Mengaku kapok, tapi terus berulang :)
~Pakaian pernah masuk ke fase kekecilan seperti kurang bahan.. aneh juga -_-
Yaaa itulah.. tak terlahir langsung taat °°



Cara cinta

Aku terbiasa menyulam cinta rapat-rapat dalam angka perasaan.
Tak perlu membentangkan dalam suara luas-luas.
Memekikkan dengan semboyan berlebihan kemana-mana.
Aku terbiasa membiaskan cinta dalam gerak, menjabarkan cinta dalam laku.
Agar terserap lebih banyak lagi kedalam hati.
Memang tak apa melantangkannya ke tengah banyak kepala, namun menjelaskannya dalam perbuatan seakan terasa lebih lembut.


_Rainna_



Apa kabar?



Apa kabar cinta?
Masihkah kau tunduk merunduk pada godaan yang merasuk.
Apa kabar iman?
Masihkah kau kuat diterjang badai ujian yang menghadang.
Apa kabar hati?
Masihkah kau tegar berani menantang sepi pada zaman yang tak pasti.
Apa kabar jodoh?
Masihkah kau setia menunggu di batas waktu saat Allah buat kita bersatu.

_Rainna_


Selasa, 29 September 2015

Tentang Hati


Ini bukan hanya tentang sebuah kesulitan hati yang beradu dengan logika.

Apa berguna?
Menunggu dan berharap pada makhluk yang sudah jelas belum tentu membuktikan janjinya. Tidak ada manfaatnya malah akan menimbulkan luka.

Sedang jika kamu berharap pada-Nya sudah jelas Dia akan membuktikan janji-Nya, jikalau kamu merasa menunggu begitu lama, itu hanya sebuah rasa tidak sabaran yang ada dalam jiwamu, berusahalah selagi kamu menunggu, jangan menyerah, karna tidak sepadan jika penantian terindah di berikan pada orang yang mudah putus asa.

Maka dari itu dekatkan sang pemilik hati

__Rainna__


Temannya adalah Rabb

 
 
Saat kau berjalan sendiri.
Bukan berarti engkau sunyi.
Hakikatnya kau sedang belajar cara seperti apa bermuhasabah diri.
Tanpa mengharap ada yang datang menolong untuk menepi.
Luka berdarah pun Kau harus balut sendiri.

Kadang sendiri itu lebih
terasa nyaman dari kebanyakan.
Karena tidak semua yang datang sudi berteman hingga ujung jalan.
Usah sedih
Apa lagi menangis tanpa alasan.
Sunyi engkau itu hakikatnya berteman.

Dan temannya
adalah Rabb. πŸŒΏπŸ’

Sabtu, 29 Agustus 2015

Curang!!



Rindu itu curang!
Ia terus bertambah
tanpa tahu..
Bagaimana caranya untuk berkurang

Tapi aku menikmatinya
Meskipun merasa dibodohi
Anggap saja menghembus bayangan hujan diatas daun talas

"Kamu dimana?" tanya rindu.
"Di dalam ingatanmu" jawab jarak.

^^Rainna