Aku terbiasa menyulam cinta rapat-rapat dalam angka perasaan.
Tak perlu membentangkan dalam suara luas-luas.
Memekikkan dengan semboyan berlebihan kemana-mana.
Aku terbiasa membiaskan cinta dalam gerak, menjabarkan cinta dalam laku.
Agar terserap lebih banyak lagi kedalam hati.
Memang tak apa melantangkannya ke tengah banyak kepala, namun menjelaskannya dalam perbuatan seakan terasa lebih lembut.
_Rainna_

Tidak ada komentar:
Posting Komentar